Rujukan Bola

Definisi kata dan jenis yang dibentuk dan contoh kalimat

Kata-kata bentukan adalah kata-kata yang dapat digunakan dalam kalimat atau tuturan tertentu, setiap bentuk aslinya terlebih dahulu menjadi kata gramatikal, baik melalui proses afiksasi, proses pengulangan, maupun proses penggabungan (Chair, Abdullah, 1386: 169-187 ). .

Jenis kalimat dan contohnya

menempelkan

Afiksasi Afiks adalah imbuhan dalam bentuk dasar atau dasar. Dalam proses ini, unsur-unsur dasar atau bentuk dasar, kata-kata dan makna gramatikal yang dihasilkan terlibat. Proses ini bisa bersifat emosional dan bisa juga bersifat turunan. Dalam hubungan ini, ada enam jenis koneksi, yaitu sebagai berikut dan contohnya.

1. Awalan

Prefiks adalah sufiks yang ditambahkan sebelum bentuk dasarnya, seperti ber-, per-, ke-, se-, pen-, di-, dan ter-.

Contoh:

  • itu seketika PadaBerjalan di trotoar
  • Ayah saya dan saya mengalaminya CocokJalan Jakarta-Surabaya.
  • KeEnam siswa di sekolah itu sedang berlatih pos Braca.
  • saya mengerti LihatEkor kera sedang memanjat pohon kelapa di belakang rumah.
  • Saya tidak setuju Secara otomatisApa yang dia katakan selama diskusi.
  • pisang itu itu diDia memakan adikku pagi ini
  • saya sangat lagiDia terkejut mendengar berita kehilangan saudaranya.

2. Infiks

Infiks adalah sufiks yang ditambahkan di tengah bentuk dasar. Contoh bentuk ini seperti el-, em- dan er-,

Contoh:

  • jari telTampilannya sangat melengkung saat Anda menari.
  • Aku mendengar suara JayKitaGuntur naik di alun-alun kota.
  • suara sehLagu yang dimainkannya sangat merdu.

3. Ekstensi

Sufiks adalah sufiks yang diletakkan di akhir bentuk dasar. Bentuk sufiks ini adalah -kan, -an, -i,nya, -man, -wati, -wan.

Contoh:

  • silahkan ambilBenar Makanan itu untukku
  • Kakaknya sedang bermain ayunanSatu Di Taman Merdeka
  • Setelah menyelesaikan latihan ini, harap selesaikanSaya Latihan selanjutnya masih belum selesai.
  • Sukadiri sendiri Dia tidak pergi ke rumah neneknya.
  • Ya, dia adalah seorang senimanPria ahli sejati
  • Sebuah tampilanUps Dia menunjukkan pakaian yang dia kenakan selama pertunjukan malam itu.
  • Bu Lilly kini menjadi pengusaha suksesmereka

4. Konfiks

Konfiks adalah lampiran yang berupa morfem terpisah, yang bagian pertama berada di awal bentuk utama dan bagian kedua berada di akhir bentuk utama. Bentuk-bentuk perbaikan ini adalah: Ki an, Paran, Qalam an, Bran dan Berkan.

Contoh:

  • Siswa wajib menaati tata tertib sekolah, salah satunya KeDiperlukanSatu Untuk belajar disiplin
  • Agustus menyusul CocokBermainSatu Itu diadakan di sekolah.
  • Dia sedang menunggu ibunya pulang pejangkarSatu laut biru
  • kupu-kupu PadaPenerbanganSatu di sana-sini.
  • dina PadaJaluSatu Dari rumahnya ke kantor keuangan.
  • rumahnya Padalangit-langitBenar Di mana warna merahnya unik dan cerah.

5. Interfiks

Interfiks adalah jenis infiks atau elemen penghubung yang muncul dalam proses penggabungan dua elemen. Bentuk interfiks ini seperti -o-.

Contoh:

Mengatakan Morfologi Itu berasal dari dua kata, morph dan logi, yang mengambil akhiran -o-.

6. Transfiks

Transfiks adalah sufiks berupa vokal yang ditambahkan pada seluruh dasar. Kami menemukan sufiks ini dalam bahasa Semit (Arab dan Ibrani). Dalam bahasa aslinya, biasanya sebagai konsonan, biasanya tiga konsonan, seperti pada ktb ‘menulis’ dan drs ‘belajar’. Kemudian transfiks ditambahkan ke konsonan.

Contoh:

  • Kata “dia adalah orang yang menulis”
  • Buku “Dia akan menulis seorang pria”
  • tertulis “sudah ditulis”
  • toko buku sekolah
  • Toko buku sekolah
  • buku buku
  • juru tulis “penulis”

reproduksi

Reduplikasi adalah proses morfemik yang mengulang bentuk aslinya secara keseluruhan atau sebagian atau dengan perubahan bunyi.

1. Pengulangan morfem dasar

Contoh:

  • dia membeli Tabel yang masuk ke kamar sebelah.
  • perubahan Kota ini sangat berkembang.
  • Dia telah menulis tentang berbagai mata pelajaran koran.

Kombinasi adalah hasil proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar, baik bebas maupun terikat, untuk membentuk suatu struktur yang memiliki identitas leksikal yang berbeda atau identitas baru.

Komposisi ada dalam banyak bahasa. Di Indonesia, proses komposisi sangat produktif. Hal ini dapat dipahami karena bahasa Indonesia membutuhkan banyak kosakata dalam perkembangannya untuk memasukkan konsep-konsep yang tidak terdapat kosakata atau istilah dalam bahasa Indonesia.

Contoh:

  • konsep “sapi kecilAtau “sapi yang belum dewasa” disebut calf, yang merupakan hasil gabungan dari dua kata “anak” dan “sapi”.
  • darah merah yang berarti “merah darah”
  • Truk raksasa Artinya “truk besar yang melebihi ukuran biasanya” karena raksasa ini lebih besar dari manusia.
  • jalur tikus Artinya “jalan kecil yang sulit dilalui mobil”
  • Aman yang artinya lemari yang terbuat dari besi
  • sate kambing yang berarti “tempat yang terbuat dari daging domba”.
  • Sikat kawat berarti “sikat yang terbuat dari kawat”
  • Rak obat Artinya lemari untuk menyimpan obat
  • beli uang “uang untuk membeli”
  • mobil resmi “Mobil untuk tujuan komersial”

Efisiensi proses pemajemukan dalam bahasa Indonesia menimbulkan permasalahan yang berbeda dan pendapat yang berbeda karena pemajemukan memiliki jenis dan makna yang berbeda. Masalah-masalah tersebut meliputi kata majemuk, imbuhan dan frase. Tiga masalah yang sering membingungkan dan tidak pernah terpecahkan dalam pendidikan.

Cloud Hosting Indonesia